The end of an era – Windows 3.x

5 11 2008

An application has expectedly quit.

Windows 3.x established the look of the operating system.

Windows 3.x established the look of the operating system.

Windows 3.x has come to the closing moments of its long life.

On 1 November Microsoft stopped issuing licences for the software that made its debut in May 1990 in the US.

The various versions of Windows 3.x (including 3.11) released in the early 1990s, were the first of Microsoft’s graphical user interfaces to win huge worldwide success.

They helped Microsoft establish itself and set the trend for how it makes its revenues, and what drives the company until the present day.

High flyer

For many computer users 3.x was the first Windows-based operating system they used, and the software established the iconography of Microsoft’s flagship product.
As it was updated the software started to make PCs a serious rival to Apple machines, as it could take advantage of much improved graphics, had a broader colour palette, and could use multimedia extras such as sound cards and CD Rom drives.
Microsoft maintained support for Windows 3.x until the end of 2001, and it has lived on as an embedded operating system until 1 November 2008.

As an embedded system, it was used to power such things as cash tills in large stores and ticketing systems.
One of its more glamorous uses as an embedded operating system is to power the in-flight entertainment systems on some Virgin and Qantas long-haul jets.

Tech specs

Stefan Berka, who runs the GUI Documentation Project, said the important technical innovations in the software were its extended memory that could address more than 640KB and the improvements to hardware support.
The fact that it was 100% compatible with older MSDOS applications helped too.
Windows 3.x required an 8086/8088 processor or better that had a clock speed of up to 10MHz. It needed at least 640KB of RAM, seven megabytes of hard drive space, and a graphics card that supported CGA, EGA and VGA graphics.
By comparison, the Home Basic version of Windows Vista requires a 32-bit 1GHz processor, 512MB of RAM, 20GB of hard drive space, and a graphics card with at least 32MB of memory.

“I haven’t received an e-mail about Windows 3.11 for a long time,” said Andy Rathbone, author of a Dummies guide to the software. “But I wouldn’t be surprised if some people still use it.”
Sales of the software still pop up on eBay, he said, but not at a price that would tempt him to part with his unopened copy of Windows 3.1.
Agent Quang from home IT support firm The Geek Squad, said he regularly encountered venerable operating systems in customer’s homes but it had been a long time since he saw Windows 3.x.
“The majority of machines we run see are running XP,” he said, “Vista is still a bit flaky here and there and people are not comfortable with it.”
But, he said, Windows 95 and 98 were still popular with some customers.
“We see them on laptops and people are unwilling to let them go,” he said. “It’s perhaps because in the early days laptops cost a lot more money they do now, and there’s much more perceived value there.”
Agent Quang’s personal favourite operating system was Windows 98 because, by the end of its life, the software was so solid.

Old Iron

 
He said anyone running an ageing operating system might face problems as they try to find a web browser that could run on it and display the latest online innovations.

“We had a case a while ago a customer with a Windows 98 machine trying to view her website and the pictures were just not coming up,” he said. “Eventually we had to install Netscape Navigator to get it working.”

Stefan Berka said he had recently re-installed Windows 3.11 on a computer and was surprised at the results.

“Personally, I had fun at my last Windows 3.11 test installation to make it a useful desktop operating system again,” he said.

“With patched SVGA driver for 1024×768 resolution, Internet Explorer 5, WinZIP, VfW and Video Player, it was still useful,” he said. “The desktop was ready after a few seconds loading time.”

Said Mr Rathbone: “Windows 3.11 would still work reasonably well today, provided it only ran software released around the same time.”

He cautioned against anyone considering returning to the olden days and using it as their mainstay operating system.

He said: “I wouldn’t connect it to the internet, though, as it’s not sophisticated enough to ward off attackers.”

BBC News

Advertisements




Telur Palsu

2 05 2008

Beware – Telur Palsu dari Cina sudah merambah di JABODETABEK ? TELUR PALSU DI KERETA API JABODETABEK Pengalaman pribadi nih, kejadiannya baru tadi malam, Kamis 17 April 2008 Semalem gw naek kereta jabodetabek, dikereta ekonomi, ada yang jual telor rebus masih hanget….harganya itu lho yang ga nyangka.. Murrah banget satu butir telur rebus ditengah inflasi kayak begini cuma 500 perak aja…., padahal telur mentah aja di pasar, udah sekitar 1000 perak sontak gw inget, artikel setahun lalu, bahwa di China, sudah pernah heboh soal industri rumah tangga mbikin telur palsu…
Penasaran, gw beli 2000 perak, gw dapet 4 butir, bapak2 sebelah gw beli 5000 perak, dapet 10 butir telur rebus , katanya buat anak2nya dirumah Mas-mas disebelahnya beli juga sekitar 3 ribu, dia langsung kupas dan makan satu buah, katanya enak kok, rasanya ga busuk…dia tadi khawatir itu telur busuk( hmm dasar orang lapar semua juga dibilang enak) Walaupun gw masih agak ragu, tapi gw cicip juga sedikit, untuk sekedar membuktikan bahwa itu bener2 telur palsu, ternyata rasa dan aromanya mirip sekali, walaupun buat orang yang ‘Ahli Telur’ seperti gw, jelas sekali terasa berbeda.. putih telurnya itu lebih keras seperti Jelly Nata Decoco, kuning telurnya tidak bulat, cuma sekilas mirip seperti adonan kue, walaupun aromanya mirip telur….dan semua telur yang gw kupas, posisi kuning telurnya itu sama semua, dan tidak ada yang bulat, alias seperti cetakan.

Makanan Palsu China Menjadi Sorotan di Korea.
Anda sulit membedakan keasliannya! Seorang pekerja tidur di atas krat-krat telur di sebuah pasar grosiran di Beijing China. Beberapa media utama di Korea telah memberitakan proses pembuatan telur-telur tiruan di China, yang mana telah menggemparkan dan menyebabkan kekhawatiran besar di antara penduduk Korea. Baru-baru ini, produk-produk tiruan China telah menjadi sorotan di Korea.

Beberapa media arus utama Korea telah memberitakan proses pembuatan telur-telur tiruan di China , yang telah menggemparkan dan menyebabkan kekhawatiran besar di antara penduduk Korea. Pada 1-2 September lalu, Munhwa Broadcasting Corporation (MBC) menayangkan sebuah dokumenter berjudul, “Hidup tanpa produk-produk buatan China.”

Acara tersebut menelusuri kehidupan tiga keluarga di Korea Selatan , AS , dan Jepang yang menolak menggunakan produk-produk buatan China. Tayangan ini juga berbicara mengenai telur-telur buatan yang merajalela di China, acara ini telah menarik perhatian publik Korea. Menyusul acara tersebut, koran nomor satu Korea, Chosun Ilbo, telah menerbitkan sebuah artikel berjudul “MBC Special mengekspos telur-telur tiruan buatan China”, melaporkan secara rinci bagaimana telur-telur tiruan itu dibuat. Dong-A Ilbo, koran Korea lainnya, pada 14 Agustus 2007 juga telah menerbitkan sebuah laporan berjudul “Telur-telur buatan dari China dibuat dari bahan-bahan kimia telah muncul di pasaran”. Sepersepuluh Harga Menurut laporan dari Chosun Ilbo, karena peningkatan tajam harga-harga makanan di China, telur-telur buatan, yang dibuat hanya dari bahan kimia tanpa bahan alami, telah muncul di Kota Zhengzhou, Provinsi Henan. Mr. Wang, yang menjalankan sebuah perusahaan yang membuat bahan tambahan makanan, menjelaskan bagaimana telur-telur tiruan itu dibuat. ‘Putih telur’ dibuat dengan melarutkan sodium alginate dalam air. Larutan tersebut akan terlihat seperti cairan bening yang kental dan sulit membedakannya dengan putih telur yang sebenarnya. ‘Kuning telur’ dibuat dengan menyekop suatu carian dengan pigmen kuning dan memadatkan serokan cairan tersebut ke dalam larutan kalsium klorida. Akhirnya, ‘putih telur’ dan ‘kuning telur’ dibungkus ke dalam ‘kulit telur’ yang dibuat dari kalsium karbonat. “Jika ditambahkan tepung kanji atau bubuk kuning telur pada ‘kuning telur’ tersebut, tekstur dari sebuah telur buatan setelah dimasak hampir identik dengan telur yang sebenarnya.”

Wang mengatakan hanya menghabiskan 0,55 yuan (0,07 dolar AS) untuk membuat lebih dari 2 butir telur, kurang dari sepersepuluh harga telur yang sebenarnya di pasaran (0,8 dolar AS.) Bahan utama dalam telur-telur buatan tersebut adalah bahan tambahan makanan, getah damar, kanji, pengeras, dan pigmen-pigmen. Konsumsi yang berlebihan atas bahan-bahan tersebut akan merusak perut dan menyebabkan gejala-gejala seperti kehilangan ingatan dan keterlambatan mental, dll. Korea Dikecewakan Dokumenter khusus dan laporan berita tersebut telah menuai perhatian dan kegemparan di tengah penduduk Korea . Banyak orang Korea menyatakan bahwa meskipun produk-produk buatan China seperti pakaian, elektronik, dan lain-lainnya terbilang murah dan telah membawa kenyamanan bagi hidup mereka, kualitas dan keamanannya sungguh mengkhawatirkan. Belum lama ini, berbagai mainan buatan China telah ditarik dari rak-rak supermarket karena cat pada mainan tersebut mengandung sejumlah logam berat yang sangat tinggi dan dapat mengancam keselamatan anak-anak.

Kursus Membuat Telur Buatan Diiklankan Secara Online di China Fakta telur buatan bukanlah hal baru di China. Kursus-kursus latihan untuk “membuat telur buatan” tersebar luas di Beijing, Provinsi Henan, Shandong, Hebei dan Guangdong. Seorang wartawan Epoch Times telah melakukan pencarian di Internet dan menemukan banyak iklan seperti itu. Kelas-kelas dilakukan dari satu sampai dua hari dan biayanya berkisar antara 300 sampai 800 yuan (40-100 dolar AS). Sebuah pusat latihan tertentu di Kota Shangqiu mengajarkan teknik pembuatan telur buatan dan memberikan cetakan gratis dalam kursus tersebut. Pusat latihan tersebut menjamin bahwa “Anda sulit dapat membedakan bentuk dan rasa antara produk kami dengan telur yang sebenarnya.”

sumber: milis anonimus